Salahkah musilimah bercadar

Salahkah Muslimah Bercadar
Oleh : Bayu Prima SBW
Dunia pada dewasa ini sangat maju dengan segala keindahan yang di hadirkan oleh zaman. Baik itu hal-hal yang mengandung positive effects atau negative effects. Akan tetapi kunci terbesar tetap berada di tangan manusia. Apakah manusia menekan hal-hal yang berbau kebaikan atau sebaliknya. Kecanggihan dari tekhnologi sekarang ini membuat manusia terbius dengan menghadirkan berbagai alat yang canggih. Seperti Nampak jelas di hadapan manusia supermasi dari Globalisasi. 
Dampak dari Globalisasi dan tekhnologi bukan hanya berpengaruh pada majunya tekhnologi akan tetapi juga pada presfektif berfikir manusia yang kala ini telah semakin maju, bahkan membuat manusia mengikuti trend modern seperti gaya berpakaian. Gaya berpakaian muslimah saat ini tengah menjadi perbincangan di sekitar masyarakat Indonesia khususnya. Tapi Nampak begitu tidak masuk di akal dan logika bukanlah gaya berpakaian yang tidak menutup aurat yang di perbincangkan akan tetapi gaya berpakaian tertutup dan bercadar. Bahkan sampai salah satu perguruan tinggi ternama membuat peraturan yakni larangan bagi mahasiswi atau muslimah untuk bercadar.
Selalu menjadi pertanyaan bagi manusia yang berfikir mengapa dan kenapa wanita bercadar menjadi sesuatu yang tampak mengandung problematika. Sementara wanita muslimah yang tidak berkerudung seakan-akan adalah hal yang paling benar di mata masyarakat. Akan tetapi disini nampaknya wanita bercadar selalu di kaitkan dengan dua alasan untuk di tolak berada di Indonesia. dan dua hal tersebut adalah :
Pertama, terorisme dan pemimkiran yang radikal. Presfektif berfikir wanita bercadar cenderung kepada terorisme dan berfikir radikal adalah bermula dari beberapa penemuan teroris di mana wanita menggunakan cadar sebagai pelaku perbuatan kejahatan tersebut. Namun lantaskah pemikiran tersebut kita gunakan untuk mencap wanita bercadar. Jika pemikiran bercadar berawal dari fakta yang telah ada dimana penemuan teroris yang menggunakan cadar. Mari kita jawab dengan logika berfikir sederhana manusia, apakah semua manusia bercadar adalah teroris? Statement problematika wanita bercadar cenderung teroris nampaknya sebuah kekeliruan berfikir dari kita sebagai manusia. Mengapa demikian haruskah kita mengukur panjang tikus dari ekor tikus? Hanya 25% yang tercuci otaknya untuk berfikir radikal dan menjadi teroris lalu kita mencapkan para wanita muslimah yang pada hakikatnya menutup aurat dan merasa nyaman menggunakan cadar adalah teroris. 
Kedua, kebudayaan. Kebudayaan juga nampaknya merupakan perbincangan problematioka tersebut. Bahkan ada sekelompok orang yang mengatakan bercadar adalah kebudayaan arab dan tidak cocok di pakai di Negara yang pluralisme walaupun mayoritas muslim. Lebih lagi hal ini dikaitkan kepada kebiasaan masyarakat Indonesia yang tidak cenderung terhadap perempuan bercadar. Namun itu bukanlah satu-satunya statement yang benar. Mari kita berfikir secara sederhana, kebudayaan bukanlah sebuah alasan untuk kita menolak wanita bercadar sebab di bukan rahasia dunia lagi bahwa masyarakat Indonesia sendiri dari segi cara berpakaian banyak mengikuti budaya asing (barat). Contohnya adalah Jas, adakah yang bisa menjawab di Indonesia bagian mana yang mengatakan Jas adalah kebudayaan berpakaian mereka. Jawannya hanyalah Jas  merupakan pakaian Formal. Sama halnya cadar adalah gaya berpakaian muslimah, walaupun tidak ada kewajiban dalam islam untuk memerintahkan wanita bercadar. Sebab kebudayaan bukanlah hukum atau aturan yang mengikat. Jika bercadar dipermasalahkan karena merupakan kebudayaan bangsa arab, mari kita permasalahkan banyaknya generasi muda yang menyukai K-pop padahal itu kebudayaan kiorea, mari kita permasalahkan yang menggunakan jas itu bukan cara berpakaian kebudayaan Indonesia.
Larangan atau penolakan wanita bercadar bukanlah sesuatu yang tepat. Akan tetapi hal yang bisa menjadi permasalahan adalah perbuatan terorisme dan radikalisme. Karena pada umumnya bukan hanya wanita bercadar yang malakukan perbuatan hina tersebut. Namun untuk mencegah hal tersebut adalah memberikan pengawasan penu8h terhadap pola berfikirt muslimah, mahasiswai, serta santri yang bercadar. Supaya mereka tidak terpengaruhi oleh pikiran yang radikal. Sebagai makhluk tuhan yang di berikan akal yang menunjukan kita lebih sempurna dari makhluk lainnya. Maka tidak sepatutnya kita manusia berpakaian hanya karena sebuah tindakan yang hanya di lakukan oleh beberapa orang, tapi yang harus dilakukan adalah bagaimana cara kita sebagai makhluk cerdas untuk bisa mencegah sebuah tindakan yang tidak terpuji.


Maka dari itu mari sebagai makhluk social yang mencita-citakan sebuah perdamaian dunia serta mencerdaskan kehiudupan berbangsa dan bernegara kita sama-sama memberikan sebuah support kepada muslimah-muslima untuk berpakaian dengan sebaik-baiknya. Dan mari pula kita menyuarakan supaya kita dan seluruh umat muslim dan masyarakat dunia untuk tidak berfikir radikal dan cenderung terorisme. Serta mari kita upauyaklan untuk tidak menyalahkan muslimah yang bercadar sebab mereka tidak salah sama sekali, yang salah adaolah muslimah yang tau dirinya muslimah dan harus menutup aurat akan tetapi tidak menutup aurat.

Komentar

  1. Sekarang ini marak sekali isu mengenai wanita bercadar dan kita semua berharap isu ini bisa ditepis dengan bijak oleh kaum muda yang memiliki intelektual tinggi

    BalasHapus
  2. suka Blog nya, bermanfaat..

    BalasHapus
  3. Very like your statement about cadar. It's so support muslimah to get protect self.

    BalasHapus
  4. Pemikiran yang kritis hehe

    BalasHapus
  5. Luar biasa pemikirannya menguras logika

    BalasHapus
  6. Pola berpikirnya sangat kritis.👍

    BalasHapus
  7. Mau nanya gan, kalo kumur-kumur dengan es kelapa batal gak puasanya

    BalasHapus
  8. Gan klo laki-laki pakai cadar boleh gak?

    BalasHapus

Posting Komentar

70

Postingan populer dari blog ini

Kepercayaan Dan Agama

Haruskah Berlogika