Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Teologi Pluralisme dan Multikulturalisme

BAB II PEMBAHASAN A.  Pengertian Teologi Pluralisme dan Multikulturalisme 1. Teologi Pluralisme Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “Pluralisme” mengandung pengertian keadaan masyarakat yang majemuk (bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya) .Dalam Islam yang dimaksud “Pluralisme” adalah paham kemajemukan yang melihatnya sebagai suatu kenyataan yang bersifat positif dan sebagai keharusan bagi keselamatan umat manusia. Bisa diartikan pula pluralisme adalah suatu sikap mengakui, menghargai, menghormati, memelihara dan mengembangkan atau memperkaya keadaan yang bersifat plural tersebut. Dalam konteks agama- agama, pluralisme mengacu pada teori atau sikapbahwa semua agama, meskipun dengan jalan yang berbeda-beda, menuju pada satu tujuan yang sama. Yang absolut, yang terakhir yakni tuhan. Ada beberapa pakar yang mendefinisikan tentang pluralisme : a.   Jacobus  Agus mengemukakan bahwa: Pluralisme adalah pemahaman akan kesatuan dan perbedaan,Ya...

Delik Aduan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Sejarah panjang Indonesia yang pernah di jajah oleh Belanda, maka hukum-hukum peninggalan Belanda lah yang di pakai di Indonesia meski itu tidak sedikit yang sudah di hapus atau di rubah. Jika kita meniliti sejarah panjang hukum peninggalan Belanda itu sampai kepada Romawi. Namun hukum pidana atau yang kita kenal dengan KUHP sudah cukup melekat di Indonesia, walaupun sejatinya kita mengetahui bahwa hukum tersebut adalah peninggalan penjajah. Penulis memilih judul Delik Aduan dalam KUHP studi Pemikiran R. Susilo ini di karenakan ingin mengkaji macam-macam delik aduan tersebut. Rumusan Masalah Apa yang di maksud dengan delik aduan? Apa arti penuntutan dan pengaduan? Apa saja macam-macam delik dalam buku R. Susilo? Tujuan Masalah Mengetahui Apa yang di maksud dengan delik aduan Mengetahui Apa arti penuntutan dan pengaduan Mengetahui Apa saja macam-macam delik dalam buku R. Susilo BAB II PEMBAHASAN Pengertian Delik Aduan  Delik aduan...

Kelahiran dan kematian Tuhan

KELAHIRAN DAN KEMATIAN TUHAN Oleh : Bayu Prima SBW Sesuatu yang ada pasti memiliki awalan dan memiliki akhiran. Itulah sebenarnya kunci dan hakikat dalam segala sesuatu yang ada. Kita meyakini bahwa Tuhan ada, tapi kapan Tuhan ada hal itu belum pernah terlacak oleh manusia. Mungkinkah tuhan itu ada? Semua orang yang beragama selalu mempercayaai adanya Tuhan tapi tak satupun yang bisa menjawab kapan tuhan muncul. Pernahkah tuhan terlacak oleh manusia? Sebagai makhluk yang di ciptakan akalnya kita yang berfikir kritis akan mempertanyakan hal tersebut. Namun tak satupun akal kritis kita mampu menjawab hal tersebut. Mengapa demikian. Pernahkah rekan-rekan pembaca berfikir kapan Tuhan ada? Sikap kritis terhadap hal ini bukan menggoyahkan keimanan. Akan tetapi kita saat ini belum bisa menjawab? Mungkin saja apa yang ada di otak kita kali ini adalah “hai orang-orang yang beriman”  orang yang berioman tentu percaya Tuhan itu ada. Akan tetapi tidak sedikit dari kita yang bisa menj...

Engkaukah mahasiswa

 Engkaukah mahasiswa Oleh : Bayu Prima SBW Mahasiswa merupakan nama/jabatan bagi sesorang yang telah duduk di bangku perkuliahan. Tapi secara garis besar mahasiswa bukan hanya di takdirkan untuk berdiam diri dan hanya duduk di bangku perkuliahan. Akan tetapi mahasiswa juga di tuntut untuk aktif serta berkontribusi membangun institute atau universitas tempatnya belajar. Mahasiswa merupakan salah satu harapan bangsa untuk menciptakan berbagai keadilan di muka bumi. Mahasiswa juga merupakan insan yang pola pikirnya masih bersih dan bersikap kritis. Tidak salah jika mahasiswa di sebut Rakus (Rasional, kritis dan Universal). Inilah yang membedakan mahasiswa dengan masyarakat pada umumnya. Karena ide-ide mahasiswa masih bersih dari politik. Umunya mahasiswa memiliki 3 peran yakni agent of change, social control, dan iron stock. Mari kiita ulas satu persatu. Agent of change Agent of change atau agen perubahan merupakan salah satu peran mahasiswa yang sangat di unggulkan. Karena mah...

Pacaran Syariah

             Pacaran Syariah         Oleh : Bayu Prima SBW Manusia sebagai makhluk yang di ciptakan Allah dalam keadaan yang sebaik-baiknya mestinya memiliki hati dan perasaan. Rasa yang ada pada dalam diri manusia merupakan sebuah maha karya Allah swt. Rasa ini berupa cinta dan kasih sayang. Akan tetapi rasa cinta dan kasih sayang yang di ciptakan tuhan pada manusia dewasa ini di salah gunakan. Cinta yang Tuhan taburkan di muka bumi layaknya membutakan manusia untuk terlalu lama ingin hidup untuk cinta. Dan anehnya cinta ini membuat manusia lupa akan siapa yang menciptakan cinta. Tapi itulah manusia semuanya tidak ada yang sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Allah swt. Kebanyakan manusia di zaman ini mengungkapkan rasa cinta untuk berpacaran, padahal pacaran itu sendiri tidak ada dalam Al-Qur’an dan sunnah. Selain itu para pendahulu besar keislaman kita pun tidak pernah berpacaran. Lalu kenapa remaja islami pada saat ...

Pro kontra pemidanaan hubungan seksual di luar nikah

PRO KONTRA PEMIDANAAN PELAKU HUBUNGAN SEKSUAL DI LUAR NIKAH BERDASARKAN ASPEK SOSIOLOGIS Oleh : Bayu Prima SBW Prof. jilmmy Assiddiqie dalam bukunya pengantar hukum tata Negara yang dibatasi oleh konstitusi (constitutional state). Hukum itu di buat dengan dasar norma. Di mana ada permasalaan yang muncul di tengah-tengah masyarakat yang berupa pelanggaran terhadap norma-norma social, agama dan kesusilaan. Kemudian Negara Indonesia juga merupakan Negara yang beragam atau multikulturalisme, keragaman agama, social, ras, dan budayanya. Keberagaman ini menggambarkan betapa banyaknya budaya, suku dan ras. Tapi tak satu agamapun budaya manapun ras manapun yang memandang positif perilaku seksual di luar nikah. Karena memang perilaku ini adalah perilaku yang sagat tidak wajar berada di tengah tengah masyarakat. Mengapa demikian? hal ini dikarenakan Perilaku ini melanggar norma agama dan norma social dalam tatanan bermasyarakat. Apakah kita hanya berselfi ria dengan adanya hal-hal yang mela...

Kepercayaan Dan Agama

KEPERCAYAAN DAN AGAMA Oleh : Bayu Prima SBW Emile Durkhim mengatakan agama adalah sebuah kesatuan sistem keyakinan dan praktik-pratik yang berhubungan dengan yang sakral. Agama merupakan bentuk status manusia yang memiliki Tuhan, kitab suci dan seseorang yang di sebut nabi/pembaa kitab suci. Berbeda halnya dengan kepercayaan, kepercayaan adalah sebuah keyakinan terhadap sesuatu yang mistic atau roh-roh ghaib. Yang merupakan ajaran nenek ,moyang secara turun temurun. Kepercayaan ini tidak jelas menyatakan tuhan mereka siapa. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa terbentuknya sebuah agama harus memenuhi beberapa unsur. Yang pertama adalah seorang Tuhan yang Maha Esa, yang kedua adanya nabi yang membawa kitab. Ketiga  Adanya tempat ibadah untuk sembahyang/ritual, yang keempat  adanya kitab suci. Ketika sebuah kepercayaan tidak memiliki unsur-unsur ini mereka tidak bisa di setarakan dengan agama. Ada beberapa alasan mengapa agama tidak dapat disetarakan dengan kepercayaan ha...