Kelahiran dan kematian Tuhan
KELAHIRAN DAN KEMATIAN TUHAN
Oleh : Bayu Prima SBW
Sesuatu yang ada pasti memiliki awalan dan memiliki akhiran. Itulah sebenarnya kunci dan hakikat dalam segala sesuatu yang ada. Kita meyakini bahwa Tuhan ada, tapi kapan Tuhan ada hal itu belum pernah terlacak oleh manusia. Mungkinkah tuhan itu ada? Semua orang yang beragama selalu mempercayaai adanya Tuhan tapi tak satupun yang bisa menjawab kapan tuhan muncul. Pernahkah tuhan terlacak oleh manusia?
Sebagai makhluk yang di ciptakan akalnya kita yang berfikir kritis akan mempertanyakan hal tersebut. Namun tak satupun akal kritis kita mampu menjawab hal tersebut. Mengapa demikian. Pernahkah rekan-rekan pembaca berfikir kapan Tuhan ada? Sikap kritis terhadap hal ini bukan menggoyahkan keimanan. Akan tetapi kita saat ini belum bisa menjawab?
Mungkin saja apa yang ada di otak kita kali ini adalah “hai orang-orang yang beriman” orang yang berioman tentu percaya Tuhan itu ada. Akan tetapi tidak sedikit dari kita yang bisa menjawab kapan Tuhan di lahirkan dan kapan Tuhan menempuh kematian.
Mari kita ungkap bersama secara logika kelahiran dan kematian Tuhan serta mampukah Tuhan menciptakan sebuah Makhluk yang bahkan tuhan sendiri tidak mampu menandinginya. Sejenak kita juuga berfikir apakah kita yang diciptakan hanya sebagai boneka yang kelak akan di matikan kemudian di hisab. Apakah ini teka-teki?
Kita akan berfikir kenapa tidak ada satupun hal yang mengatakan kapan Tuhan mati dan lahir. Tapi pernahkah kita berfikir sejenak jika Tuhan lahir siapa yang melahirkan Tuhan dan masihkah Ia di katakan Tuhan sementara Ia bisa mati. Tapi itulah kita hanya tidak ingin berfikir. Bahkan di dalam al-quran sudah di katakana bahwa Tuhan tidak beranak dan juga tidak di peranakan. Akan tetapi itulah pada Hakikatnya Tuhan memang tidak dilahirkan dan tidak akan mati. Dialah yang kekal dan abadi.
Bentuk kelahiran dan kematian Tuhan memang tidak bisa di lacak, karena pada dasrnya jika hal yang bisa dilacak adalah Makhluk dan tuhan bukanlah makhluk. Tuhan merupakan sebuah Dzat yang Maha Sempurna dan itulah hakikat tuhan yang sebenarnya.
Dalam penulisan artikel ini kami memohon maaf jika ada sesuatu yang tidak bersinggungan dengan pembaca. Semoga kita bisa menjawab segala persoalan Ketuhanan dengan akal bukan hanya dengan hati
Seimbangg 👍
BalasHapusMantab, aku ada request buku tentang hal ini kalo km mau, judulnya tahafut al falasifah
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusTerjemahan sirr al-asrar karya syekh abdul qadur al-jailani bagus buat reverensi di baca kak sesuai temanya sama tulisan ini
BalasHapusGimana cara komennya gan
BalasHapusFootnotenya mana gan
BalasHapus