Pacaran Syariah

             Pacaran Syariah
        Oleh : Bayu Prima SBW
Manusia sebagai makhluk yang di ciptakan Allah dalam keadaan yang sebaik-baiknya mestinya memiliki hati dan perasaan. Rasa yang ada pada dalam diri manusia merupakan sebuah maha karya Allah swt. Rasa ini berupa cinta dan kasih sayang. Akan tetapi rasa cinta dan kasih sayang yang di ciptakan tuhan pada manusia dewasa ini di salah gunakan.
Cinta yang Tuhan taburkan di muka bumi layaknya membutakan manusia untuk terlalu lama ingin hidup untuk cinta. Dan anehnya cinta ini membuat manusia lupa akan siapa yang menciptakan cinta. Tapi itulah manusia semuanya tidak ada yang sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Allah swt.
Kebanyakan manusia di zaman ini mengungkapkan rasa cinta untuk berpacaran, padahal pacaran itu sendiri tidak ada dalam Al-Qur’an dan sunnah. Selain itu para pendahulu besar keislaman kita pun tidak pernah berpacaran. Lalu kenapa remaja islami pada saat ini masih berpacaran.
Apakah pacaran itu di larang atau bahkan di perintahkan dalam islam? Jika kita berkaca dari dalil ini, “Dan janganlah kamu mendekati zinah sungguh zina adalah perbiuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” kemudian kita Qiyaskan kepada pacaran maka pacaran itu di larang sebab pacaran itu pasti menjerumuskan manusia kepada pendekatan Zinah.
Betulkah begitu? Lalu bagaimana dengan seorang muslimah dan muslim yang berpacaran lalu tidak mendekati zinah apakah di bolehkan? Mari kita ulas lebih lanjut, muslim dan muslimah sejati tidak mengenal pacaran. Karena pacaran akan membawa manusia kepada kerugian, apalagi jika di hadapkan dengan kondisi zaman yang serba modern ini. Manusia lebih berfikir modern, dan di zaman sekarang adalah di mana Jomblo (orang yang tidak berpacaran) merasa malu dan menjadi bahan bullyan.
Apakah semua itu benar? Jelas tidak, kenapa demikian? Untuk apa Allah menyeru kepada manusia untu meniikah sementara manusia di perbolehkan untuk berpacaran dan mendekati kepada perzinahan. Kenapa kita pacaran di katakan mendekati zinah mari kita ulas ke pembahasan sederhana. Dalam pacaran, laki-laki dan perempuan pasti saling menginginkan satu sama lain. Karena saling menginginkan satu sama lain ini bermula dari tatap-tatapan dengan lawan jenis, berpegangan tangan dan bahkan bisa jadi menuruti bisikan setan untuk melakukan hal-hal yang di luar dugaan.
Lalu bagaimana supaya muslim dan muslimah bisa berpacaran tapi tidak mendekatkan diri kepada perzinahan. Ini menjadi problematika di pemikiran kita dan seperti tidak ada jawaban. Namun tahukah ada istilah pacaran syariah.
Pacaran syariah merupakan bentuk pacaran di setelah menikah. Pacaran setelah menikah ini lebih indah dari pada pacaran masa muda sebelum halal. Mengapa demikian? Karena pacaran setelah menikah kita bebas untuk mengungkapkan rasa cinta kepada pasangan, kita pasti bisa membayangkan bagaimana berpegangan tangan setelah menikah, berciuman setelah menikah dan jalan-jalan setelah menikah tanpa ada dosa sedikitpun. Dan kita pasti bisa membayangkan indahnya ketika pasangan kita belum pernah berpacaran dan jauh dari kata pendekatan terhadap zinah.
Kesimpulannya adalah jangan pacaran sebelum menikah dan mari berpacaran setelah menikah. Di mana pacaran dengan konsep syariah lebih baik daripada berpacaran dengan memuaskan hawa nafsu.

Komentar

  1. jomblo suariah pang adalah bay .wkwk

    BalasHapus
  2. Mantap bos.. jdi terinspirasi

    BalasHapus
  3. Hmmm pacaran syariah 😂😂😂

    BalasHapus
  4. Keren ka 😁 Tingkatkan lagi ka 👍

    BalasHapus
  5. Kurang ulasan nya, kembangkan lagi 😊

    BalasHapus
  6. Belajarlah untuk tidak menulis sesuatu yang pasti

    BalasHapus
  7. Berhentilah menuntu ilmu karena ilmu tidak bersalah

    BalasHapus
  8. Sepengetahuan saya tidak ulama membeberkan yang namanya pacaran syariah, kalau ada mah udah saya lakukan. Disini terlihat jelas bahwa terlalu mengutamakan logika dalam sesuatu dapat membutakan intuitif kita, dan juga terjadi dikhotomi secara mutlak antara logika dan intuitif. Dalam memahami sesuatu perlulah kita mensejajarkan antara logika dan intuisi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap gan istilah pacaran syariah hanya istilah dari penulis. Dan untuk memahami apa yang di maksudkan penulis adalah pacaran setelah menikah bukan hukum pacaran sebelum halal.

      Hapus

Posting Komentar

70

Postingan populer dari blog ini

Kepercayaan Dan Agama

Salahkah musilimah bercadar

Haruskah Berlogika